5 Contoh Program Kondisional di C++

Contoh 1.
1. Menentukan Excelent atau Failed
#include<iostream.h>
#include<conio.h>
void main(){
int a;
cout<<"Masukan angka :";
cin>>a;
if(a>=80) {
cout<<"Excelent";
}
else{
cout<<"Sorry Failed";
}
getch();
}

Contoh 2
2. Aplikasi menentukan mendapat komisi atau tidak
#include<iostream.h>
#include<conio.h>
void main(){
float total;
cout<<"Masukan total penjualan:";
cin>>total;
if(total>=150000){
cout<<"Mendapat komisi 5%";
}
else{
cout<<"Tidak Mendapat Komisi";
}
getch();
}

Contoh 3.
3. Aplikasi Umur
#include<iostream.h>
#include<conio.h>
void main(){
int a;
cout<<"Masukan Umur:";
cin>>a;
if(a>=30){
cout<<"dewasa";
}
else{
cout<<"belum dewasa";
  }
getch();
}

Contoh 4.
4. Menentukan bilangan nol atau bukan nol
#include<iostream.h>
#include<conio.h>
int main()
{
clrscr();
int bil;
cout<<"Masukan Bilangan :";
cin>>bil;
if (bil==0)
cout<<"Bilangan Nol";
else
cout<<"Bilangan Bukan Nol";
getch();
}

Contoh 5.
5. Aplikasi mengetahui bilangan itu genap atau ganjil
#include<iostream.h>
#include<conio.h>
void main()
{
clrscr();
int bil;
cout<<"Masukkan sebuah bilangan :";
cin>>bil;
if(bil %2==0)
cout<<"Bilangan Genap"<<endl;
else if (bil %2==1)
cout<<"Bilangan Ganjil";
else
cout<<"Salah masukan bilangan";
getch();
}




5 Contoh Perulangan di C++

Perulangan atau dalam istilah lain disebut dengan loop. Mengulang suatu proses merupakan tindakan yang banyak dijumpai dalam pemrograman. Pada semua bahasa pemrograman, pengulangan proses ditangani dengan suatu mekanisme yang disebut loop. Dengan menggunakan loop, suatu proses yang berulang misalnya menampilkan tulisan yang sama seratus kali pada layar dapat diimpelementasikan dengan kode program yang pendek.

Contoh 1.
1. Mengurutkan bilangan dari 1 sampai 20
#include<iostream.h>
#include<conio.h>
void main(){
int a;
for(a=1;a<=20;a++){
cout<<a;
cout<<" ";
}
getch();
}

Contoh 2.
2. Mengurutkan hasil dari perkalian 2
#include<iostream.h>
#include<conio.h>
void main(){
clrscr();
float b;
b=2;
do{
cout<<b<<endl;
b+=2;
}
while(b<=20);
getch();
}

Contoh 3.
3. Mencetak bintang dari banyak ke sedikit
#include<iostream.h>
#include<conio.h>
int main(){
int a,b;
for(a=10;a>=1;a--)
{
for(b=1;b<=a;b++)
cout<<"*"<<" ";
cout<<endl;
}
getch();
}

Contoh 4.
4. Mencetak bintang dari sedikit ke banyak
#include<iostream.h>
#include<conio.h>
int main(){
int a,b;
for(a=1;a<=10;a++)
{
for(b=1;b<=a;b++)
cout<<"*"<<" ";
cout<<endl;
}
getch();
}

Contoh 5.
5. Mencetak bilangan ganjil
#include<iostream.h>
#include<conio.h>
void main(){
clrscr();
float b;
b=1;
do{
cout<<b<<" ";
b+=2;
}
while(b<=20);
getch();
}







Menghitung Rata-rata Dengan While di C++

Aplikasi ini sama dengan yang sebelumnya saya posting lihat disini ,namun aplikasi yang akan saya posting ini menggunakan WHILE

Scriptnya :
#include<iostream.h>
#include<conio.h>
void main(){
int i;
float x,n,jum,rata;
cout<<"banyaknya data:";
cin>>n;
jum=0;
i=1;
while(i<=n){
cout<<"Data ke-"<<i<<":";
cin>>x;
jum+=x;
i++;
}
rata=jum/n;
cout<<"jumlah:"<<jum<<endl;
cout<<"rata-rata:"<<rata<<endl;
getch();

}

Aplikasi Menghitung Kelipatan Di C++


Scriptnya :
#include<conio.h>
#include<iostream.h>
void buat_garis(){
cout<<"-------------------------------------"<<endl;
}
void kelipatan_empat(){
int bilangan;
int sisa;
bilangan=0;
while(bilangan<50)
{
bilangan=bilangan+1;
sisa=bilangan%4;
if(sisa==0)
cout<<" "<<bilangan;
}
getch();
}
void kelipatan_tujuh(){
int bilangan;
int sisa;
for(bilangan=1;bilangan<=50;bilangan++){
sisa=bilangan%7;
if(sisa==0)
cout<<" "<<bilangan;
}
getch();
}
void main(){
int nomor;
do
{
clrscr();
cout<<"Program bilangan kelipatan"<<endl;
buat_garis();
cout<<"1.Bilangan Kelipatan Empat"<<endl;
cout<<"2.Bilangan Kelipatan Tujuh"<<endl;
cout<<"3.Selesai"<<endl;
cout<<endl;
cout<<"Masukan Pilihan Anda:";
cin>>nomor;
if(nomor==1)
{
kelipatan_empat();
}
else if(nomor==2)
{
kelipatan_tujuh();
}
else
{
cout<<"Pilih 3 untuk keluar"<<endl;
}
}
while(nomor!=3) ;
getch();

}

Menghitung Rata-rata Dengan DO WHILE DI C++

Aplikasi ini sama dengan postingan yang saya bikin sebelumnya lihat disini (postingan sebelumnya) yang berbeda adalah yang sebelumnya menggunakan for sedangkan yang ini menggunakan DO WHILE

Scriptnya :
#include<iostream.h>
#include<conio.h>
void main(){
clrscr();
int i;
float n,jum,x,rata;
cout<<"Banyaknya data:";
cin>>n;
i=0;
jum=0;
do{
i++;
cout<<"Data ke-"<<i<<":";
cin>>x;
jum=jum+x;
}
while(i<n);
rata=jum/n;
cout<<"Rata-rata:"<<rata<<endl;
cout<<"Jumlah:"<<jum<<endl;
getch();

}

Aplikasi Menghitung Pangkat Di C++

Aplikasi ini merupakan aplikasi untuk menghitung pangkat dari angka yang diinputkan menggunakan FOR

Scriptnya :
#include<iostream.h>
#include<conio.h>
void main(){
clrscr();
int x,y,i;
int pangkat;
cout<<"Masukan bilangan :";
cin>>x;
cout<<"Pangkat berapa:";
cin>>y;
pangkat=1;
for(i=1;i<=y;i++)
pangkat=pangkat*x;
cout<<"Pangkat:"<<pangkat<<endl;
getch();

}

Aplikasi Membuat Segitiga Bintang Dari Angka Yang Diinputkan

Aplikasi membuat segitiga bintang dari angka yang diinputkan menggunakan FOR

Scriptnya :
#include<iostream.h>
#include<conio.h>
void main(){
int a,b,c;
cout<<"Masukan tinggi :";
cin>>a;
for(b=1;b<=a;b++){
for(c=1;c<=b;c++)
cout<<"*"<<" ";
cout<<endl;
}
getch();

}

Aplikasi Mengurutkan Bilangan Dengan FOR Di C++

Aplikasi ini digunakan untuk mengurutkan bilangan dengan FOR di C++. Maksudnya misalnya yang diinputkan angka 4, berarti nanti outputnya yaitu : 1*1 = 1 2*2= 2 3*3 = 3 4*4 =4

Scriptnya :
#include<iostream.h>
#include<conio.h>
#include<math.h>
void main(){
clrscr();
int n,i;
cout<<"Banyaknya N:";
cin>>n;
for(i=1;i<=n;i++)
cout<<i*i<<endl;
getch();
}


Aplikasi Mengetahui Bilangan ada atau tidak ada

Aplikasi ini merupakan aplikasi untuk menentukan apakah bilangan yang diinputkan ada atau tidak ada menggunakan while
Script nya :
#include<iostream.h>
#include<conio.h>
void main(){
clrscr();
int bil;
cout<<"Masukan bilangan:";
cin>>bil;
while((bil<1)||(bil>5))
{
cout<<"Bilangan tidak ada"<<endl;
cout<<"Masukan Bilangan:";
cin>>bil;
}
cout<<"Bilangan yang anda cari ada"<<endl;
getch();

}

Mengitung Rata-Rata Dengan For di C++

Aplikasi ini merupakan aplikasi untuk menghitung rata-rata dari banyak nya nilai yang diinputkan.
Hasilnya:

#include<iostream.h>
#include<conio.h>
void main(){
clrscr();
int i;
float n,jumlah,x,rata;
cout<<"Banyaknya data:";
cin>>n;
jumlah=0;
for(i=1;i<=n;i++){
cout<<"Data ke-"<<i<<":";
cin>>x;
jumlah+=x;
}
rata=jumlah/n;
cout<<"Jumlah="<<jumlah<<endl;
cout<<"Rata-rata="<<rata<<endl;
getch();
}

Aplikasi Menghitung Nilai Akhir Menggunakan C++

Menggunakan IF


#include<iostream.h>
#include<conio.h>
void main(){
float tugas,mid,uas,total;
cout<<"masukan nilai tugas:";
cin>>tugas;
cout<<"masukan nilai mid:";
cin>>mid;
cout<<"masukan nilai uas:";
cin>>uas;
total=(0.2*tugas)+(0.3*mid)+(0.4*uas);
cout<<"nilai anda :"<<total<<endl;
if((total>=90)&&(total<=100))
cout<<"Anda mendapat A";
else if((total>=80)&&(total<=89))
cout<<"Anda mendapat B";
else if((total>=70)&&(total<=79))
cout<<"Anda mendapat C";
else if((total>=60)&&(total<=69))
cout<<"Anda mendapat D";
else if(total<60)
cout<<"Anda mendapat E";
else
cout<<"Salah memasukan nilai";
getch();
}

Algoritma dan Flowchart

Algoritma
Arti umum adalah serangkaian urutan langkah-langkah yang tepat, logis, terperinci, dan terbatas untuk menyelesaikan suatu masalah yang disusun secara sistematis.
1.  Algoritma adalah inti dari ilmu komputer
2.  Algoritma adalah urutan-urutan dari instruksi atau langkah-langkah untuk menyelesaikan suatu masalah
3.  Algoritma adalah blueprint dari program
4.  Sebaiknya disusun sebelum membuat program
5.  Kriteria suatu algoritma:
·         Ada input dan output
·         Efektifitas dan efisien
·         Terstruktur

Contoh:
Algoritma TUKAR ISI BEJANA
Diberikan 2 buah bejana A dan B, bejana A berisi larutan berwarna merah, bejana B berisi larutan berwarna biru. Tukarkan isi kedua bejana itu sedemikian sehingga bejana A berisi larutan warna biru dan bejana B berisi larutan berwarna merah.
Deskripsi:
1.  Tuangkan larutan dari bejana A ke dalam bejana B
2.  Tuangkan larutan dari bejana B ke dalam bejana A

Algoritma TUKAR ISI BEJANA di atas tidak menghasilkan pertukaran yang benar. Langkah di atas tidak logis, hasil pertukaran yang terjadi adalah pertukaran kedua larutan tersebut.
Untuk itu pertukaran isi dua bejana, diperlukan sebuah tambahan sebagai tempat penampungan sementara, misalnya bejana C. Maka algoritma untuk menghasilkan pertukaran yang benar adalah sebagai berikut:

Diberikan dua buah bejana A dan B, bejana A berisi larutan berwarna merah, bejana B berisi larutan berwarna biru. Tukarkan isi kedua bejana itu sedemikian hingga bejana A berisi larutan berwarna biru dan bejana B berisi larutan berwarna merah.
Deskripsi:
1.  Tuangkan larutan dari bejana A ke dalam bejana C.
2.  Tuangkan larutan dari bejana B ke dalam bejana A.
3.  Tuangkan larutan dari bejana C ke dalam bejana B.

Ciri Penting Algoritma
1.  Algoritma harus berhenti setelah menjalankan sejumlah langkah terbatas.
2.  Setiap langkah harus didefinisikan dengan tepat dan tidak berarti-dua (ambiguitas).
3.  Algortima memiliki nol atau lebih masukan.
4.  Algoritma memiliki nol atau lebih keluaran.
5.  Algoritma harus efektif (setiap langkah sederhana sehingga dapat dikerjakan dalam waktu yang masuk akal).

Memrogram dan Bahasa Pemrograman:
1.  Belajar memrogram adalah belajar tentang metode pemecahan masalah, kemudian menuangkannya dalam suatu notasi tertentu yang mudah dibaca dan dipahami.
2.  Belajar bahasa pemrograman adalah memakai suatu bahasa, aturan, tata bahasanya, instruksi-instruksinya, tata cara pengoperasian compiler-nya untuk membuat program yang ditulis dalam bahasa itu saja.

Notasi Algoritma:
1.  Penulisan algoritma tidak tergantung dari spesifikasi bahasa pemrograman dan komputer yang mengeksekusinya. Notasi algoritma bukan notasi bahasa pemrograman tetapi dapat diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa pemrograman.
2.  Notasi algoritma dapat berupa:
·         Uraian kalimat deskriptif (narasi):
Contoh:
Algoritma kelulusan mahasiswa
Diberikan nama dan nilai mahasiswa, jika nilai tersebut lebih besar atau sama dengan 60 maka mahasiswa tersenut dinyatakan lulus, jika nilai lebih kecil dari 60 maka dinyatakan tidak lulus.
Deskripsi:
Baca nama dan nilai mahasiswa
            Jika nilai >= 60 maka
            Keterangan = lulus
                  Tetapi jika salah
                  Keterangan = tidak lulus
            Tulis nama dan keterangan.

Tahapan Pembuatan Program:
1.  Mendefinisikan masalah dan menganalisanya. Mencangkup : tujuan pembuatan, parameter yang digunakan, fasilitas yang disediakan, algoritma yang diterapkan, dan bahasa pemrograman yang digunakan.



2.  Merealisasikan dengan langkah-langkah sebagai berikut:


Contoh Algoritma:
1.  Mengirim surat kepada teman:
·         Tulis surat pada secarik kertas surat
·         Ambil sampul surat
·         Masukkan surat ke dalam sampul
·         Tutup sampul surat dengan perekat
·         Jika kita ingat alamat teman tersebut, maka tulis alamat surat pada sampul
·         Jika tidak ingat, lihat buku alamat, kemudian tulis alamat surat pada sampul
·         Tempel prangko pada sampul
·         Bawa sampul ke kantor pos untuk diposkan
2.  Menentukan apakah suatu bilangan merupakan bilangan ganjil atau bilangan genap:
·         Masukkan sebuah bilangan sembarang
·         Bagi bilangan tersebut dengan 2
·         Hitung sisa hasil bagi pada langkah 2
·         Bila sisa hasil sama dengan 0, maka bilangan itu adalah bilangan genap
·         Jika hasil bagi sama dengan 1, maka bilangan itu adalah bilangan ganjil


Flowchart
1.  Flowchart adalah bagan-bagan yang mempunyai arus menggambarkan langkah-langkah penyelesaian suatu masalah
2.  Merupakan cara penyajian dari suatu algoritma
3.  Ada 2 macam flowchart:
·         System flowchart:
                       Urutan proses dalam system dengan menunjukkan alat media input, output serta jenis penyimpanan dalam proses pengolahan data.
·         Program flowchart:
                       Urutan instruksi yang digambarkan dengan symbol tertentu untuk memecahkan masalah dalam suatu program.



Contoh program Flowchart

Simbol-simbol Flowchart
1.  Flow Direction Symbols (simbol penghubung alur)
2.  Processing Symbols (simbol proses)
3.  Input-Output Symbols (simbol input-output)




Tabel Simbol-simbol Flowchart


Pembuatan Flowchart
1.  Tidak ada kaidah yang baku
2.  Flowchart = gambaran hasil analisa suatu masalah
3.  Flowchart dapat bervariasi antara satu pemrograman dengan pemrograman lainnya.
4.  Secara garis besar ada 3 bagian utama:
·         Input
·         Proses
·         Output
5.  Hindari pengulangan yang tidak perlu dan logika yang berbelit sehingga jalannya proses menjadi singkat
6.  Jalannnya proses digambarkan dari atas ke bawah dan diberikan tanda panah untuk memperjelas.
7.  Sebuah Flowchart diawali dari satu titik START dan diakhiri dengan End.


Pseudocode:
1.  Diberikan nama dan nilai mahasiswa, jika nilai tersebut lebih besar atau sama dengan 60 maka mahasiswa tersebut dinyatakan lulus jika tidak maka dinyatakan tidak lulus.
Deklarasi:
Nama          : String
Nilai            : Integer
Keterangan  : String
      Deskripsi:
            Read (nama, nilai)
            if nilai >= 60 then
            Keterangan = 'lulus'
            else
            Keterangan = 'tidak lulus'
            write (nama, keterangan)

Aturan Penulisan Teks Algoritma
1.  Judul Algoritma
          Bagian yang terdiri atas nama algoritma dan penjelasan (spesifikasi) tentang algoritma tersebut. Nama sebaiknya singkat dan menggambarkan apa yang dilakukan oleh algoritma tersebut.
2.  Deklarasi
          Bagian untuk mendefinisikan semua nama yang digunakan di dalam program. Nama tersebut dapat berupa nama tetapan, peubah, tipe, prosedure, dan fungsi.
3.  Deskripsi
          Bagian ini berisi uraian langkah-langkah penyelesaian masalah yang ditulis dengan menggunakan notasi yang akan dijelaskan selanjutnya.

Contoh Pseudocode:
1.  Algoritma Luas_Keliling_Lingkaran (ini merupakan judul algoritma)
          {
Menghitung luas dan keliling untuk ukuran jari-jari tertentu. Algoritma menerima masukkan jari-jari lingkaran, menghitung luas dan kelilingnya, dan mencetak luas lingkaran ke piranti keluaran
          }      (ini spesifikasi algoritma)
2.  Deklarasi
const phi = 3.14 {nilai konstanta phi}
R          : real {jari-jari lingkaran}
Luas     : real {luas lingkaran}
Keliling : real {keliling lingkaran}
3.       Deskripsi
Read (R)
Luas     = phi * R * R
Keliling       = 2 * phi * R



Write (luas, keliling)

Pengertian Algoritma dan Struktur Dasar

pengertian algoritma dan struktur data

Perangkat lunak dikembangkan sebagai sebuah produk yang memperhatikan efisiensi dan efektifitas, karena perangkat lunak dibutuhkan sebagai salah satu bentuk teknologi yang diharapkan dapat mempermudah kegiatan manusia dengan berbasis otomasi. Algoritma digunakan sebagai sebuah pendekatan untuk dapat menyusun dan mengelola instruksi secara efisien. Stuktur data digunakan untuk mengelola data secara efektif. dibawah ini akan kami jelaskan lebih detail tentang Algoritma dan Struktur data.

1.  Pengertian Algoritma

Algoritma adalah urutan langkah untuk menyelesaikan masalah secara sistematis dan logis. Algoritma menawarkan suatu metode dalam menyelesaikan sebuah permasalahan. Algoritma diartikan sebagai urutan langkah dalam menyelesaikan masalah secara sistematis dan logis. Pendekatan secara sistematis dan logis tersebut, menjadikan proses penyelesaian masalah terjaga kebenarannya karena algoritma hendaklah benar agar dapat menghasilkan keluaran/solusi yang benar pula. Penyelesaian masalah(problem solving) adalah kegiatan utama yang dilakukan dalam menyelesaiakan sesuatu. Adapun langkah-langkah Problem Solving adalah sebagai berikut :
Mengidentifikasi masalah
Desain
Algoritma
Pembuatan program
Pengujian
Pemeliharaan
Algoritma biasa ditulis dalam bentuk pseudo code. Perhatikan contoh berikut ini:
Carilah luas persegi panjang jika diketahui x sebagai nilai panjang dan y sebagai nilai lebar.
panjang ← masukkan x sebagai nilai panjang
lebar ← masukkan y sebagai nilai lebar
luas ← panjang * lebar
Tulis luas
Tentukan bilangan masukan berikut sebagai bilangan postif, negatif atau nol.
Bilangan ← bilangan yang akan diuji
If bilangan > 0 then tulis “Bilangan Positif”
If bilangan < 0 then tulis “ Bilangan Negatif”
Tulis “Nol”
Tampilkan tulisan “Selamat Belajar” sebanyak 10 kali
x ← masukkan nilai perulangan
i ← 1
Jika i <= x, tulis “Selamat Belajar”
Flowchart adalah visualisasi urutan langkah secara sistematis dan logis dalam bentuk simbol-simbol yang tertentu.

Pengertian Algoritma dan Struktur Data

Pengertian Algoritma dan Struktur Data

2. Struktur Data

Struktur data adalah suatu pengelolaan data sehingga data dapat dipergunakan secara lebih efisien dan efektif. Dalam bahasa pemrograman, struktur data seringkali ditampakkan secaa fisik dalam bentuk tabel (biasanya pada bahasa pemrograman/pengelolaan database berbasis visual), namun pada beberapa bahasa pemrograman yang tidak berbasis visual, strutkur data lebih berupa pengelolaan data dengan aturan-aturan tertentu. Beberapa konsep pengelolaan data sederhana adalah sebagai berikut :
1. Array
Array adalah kumpulan data bertipe sama dan menggunakan nama yang sama pula. Antara satu variabel dengan variabel lain di dalam array dibedakan berdasarkan “subscript”. Subscript berupa bilangan di dalam kurung siku [...]. Melalui subscript inilah masing-masing elemen dapat diakses.

Pengertian Algoritma dan Struktur Data
2. Array Berdimensi Satu
Array berdimensi satu adalah sekumpulan data/elemen yang disimpan secara berurutan dalam suatu tempat/subscript yang terdiri atas 1 (satu) unsur. Sejumlah data suhu disimpan dalam nama suhu terdiri dari Suhu 1 = 25°, Suhu 2 = 23,5°, Suhu 3 = 21°, Suhu 4 = 26° dan Suhu 5 = 35° Pendefinisian array meliputi nama array, tipe elemen array dan jumlah elemen array.
Contoh :
Float nilai_mhs [12];
Keterangan :
1. tipe array : float (bilangan pecah)
2. nama array : nilai_mhs
3. jumlah elemen array : 12 data, yaitu nilai_mhs[1], nilai_mhs[2],…., nilai_mhs[12].
Nilai elemen array dapat dimasukkan melalui keyboard atau dimasukkan saat didefinisikan pada program.
3. Array Berdimensi Dua

Array berdimensi satu adalah sekumpulan data/elemen yang disimpan secara berurutan dalam suatu tempat/subscript yang terdiri atas 2 (dua) unsur, yaitu baris dan kolom. Array berdimensi dua berarti meiliki dua dimensi data. Contoh sederhana adalah data yang tertulis dalam tabel berikuit ini :
Pengertian Algoritma dan Struktur Data
Jika dibuat programnya adalah sebagai berikut :
int data_mobil [3] [4];
Keterangan :
baris 1 – baris 3 : menunjukkan merek mobil.
kolom 1 – kolom 4 : menunjukkan tahun penjualan
tipe array : integer (bilangan bulat).
nama array : data_mobil.
jumlah elemen array : [3,4]
[2,3] dibaca : penjualan mobil merek Daihatsu pada tahun 1994 adalah 70 unit.
4. Array Sebagai Argumen Fungsi
Array juga dapat berkedudukan sebagi parameter di dalam fungsi. Contoh pendefinisian :
const int MAKS = 5
    Int data[MAKS];
5. Fungsi
Fungsi adalah bagian program yang berisi sejumlah pernyataan tertentu yang dapat dipanggil berulang kali. Tujuan pembuatan fungsi adalah :
1. Memudahkan dalam mengembangkan program
2. Menghemat ukuran program
Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan fungsi adalah :
1. Fungsi menerima masukan yang disebut argumen atau parameter.
2. Masukan diproses oleh fungsi dan memberikan hasil akhir yang disebut nilai balik (return value).
3. Agar fungsi dapat dipanggil, fungsi harus dideklarasikan.
6. Prototipe
Deklarasi fungsi disebut prototype fungsi yang berupa :
1. nama fungsi
2. tipe nilai balik fungsi
3. jumlah dan tipe argument
4. serta diakhiri dengan titik koma (;).
Contoh :
long kuadrat(long l)
dimana menyatakan kuadrat() adalah nama fungsi, long adalah tipe argument, long (kedua) menunjukkan nilai balik yang bertipe long
void garis()
menyatakan fungsi tanpa nilai balik
Pernyataan return digunakan untuk memberikan nilai balik fungsi. Dalam fungsi diatas berarti nilai kuadrat dari argument. Fungsi dengan pernyataan void tidak memberikan nilai balik. Biasanya tidak diakhiri pernyataan return. Jenis variabel dalam kaitannya dengan lingkup fungsi terdapat tiga macam yaitu : variabel otomatis, variabel eksternal dan variabel statis.
Variabel Lokal (otomatis) : Variabel yang didefinisikan di dalam fungsi disebut variabel local. Variabel ini hanya dikenal dalam fungsi tersebut.
Variabel Global (Eksternal) : Variabel yang didefinisikan di bagian luar manapun dari fungsi dan dikenal oleh semua fungsi. Disebut juga variabel global, karena dikenal de semua fungsi.
Variabel Statis : Baik variabel local maupun global dapat berfungsi sebagai variabel statis dengan cara menambahkan pada kedua variabel tersebtu pernyatan static. Kemudian pada kedua variabel tersebtu berlaku hal sebagai berikut :
Jika variabel local berdiri sebagai variabel statis maka variabel tetap hanya dapat diakses pada fungsi yang mendefinisikannya, variabel tidak hilang saat eksekusi fungsi berakhir. Nilainya akan tetap dipertahankan, sehingga akan dikenali pada pemanggilan fungsi untuk tahap berikutnya.
Inisialisasi oleh pemrogram akan dilakukan sekali saja selama program dijalankan. Jika tidak ada inisialisasi secara eksplisit, variabel diisi dengan nol.

Jika variabel eksternal dijadikan sebagai variabel statis, variabel ini dapat diakses oleh semua file yang didefinisikan pada file yang sama dengan variabel eksternal tersebut .